5 Kasih Sayang Yang Menunjang Kecerdasan Bayi
1. Ciuman, pelukan,
dan belaian
Seorang psikolog
mengatakan bahwa ciuman, pelukan, dan belaian adalah bentuk penghargaan
terhadap anak. Dengan begitu, dia akan merasa sangat dihargai oleh orang
tuanya, dan memacunya untuk melakukan hal positif. Menangis, adalah salah satu
cara bayi untuk mendapatkan perhatian. Nah… Bila kebutuhan akan kasih sayang
dan perhatian seorang bayi telah terpenuhi, maka sang bayi pun tidak akan mudah
menangis.
2. Pujian
Sebagai orang dewasa,
kita sering membaca buku-buku motivasi atau menyaksikan acara-acara TV atau
seminar-seminar tentang motivasi. Bayi tentu belum membutuhkan buku-buku atau
nonton acara-acara yang berbau motivasi. Namun satu hal yang sama-sama
dibutuhkan setiap manusia segala usia adalah motivasi. Agar bayi semakin
termotivasi untuk belajar, berikanlah pujian-pujian dengan apa yang telah dia
lakukan. Pujian sangat berarti agar dia bisa mengembangkan diri . Misalnya,
pada awalnya bayi hanya memainkan kertas dengan cara meremas-remasnya. Kita
bisa mengatakan,”Duh… Pinter banget anak mama, bisa bikn bola dari kertas.”
Dengan pujian-pujian yang kita berikan dan dibarengi dengan bimbingan dari
kita, lama-lama sang anak pasti bisa membuat kerajinan tangan dari kertas yang
lebih baik lagi. Misalnya membuat pesawat, burung, dan lain-lain.
3. Hindari larangan
Bila sang bayi mulai
melakukan hal-hal yang tidak baik, misalnya membuang sampah sembarangan,
hindarilah melarang anak melakukannya, Kita bisa menggantikannya dengan
kata-kata yang lembut dan mendidik. Misalnya,”Sayang…. Kalau buang sampah bukan
di sana. Tapi di sini. Ini namanya tempat sampah.” Bila perlu anda mengambil
tempat sampah anda, dan membawanya lebih dekat kepada anak, supaya dia bisa
belajar cara membuang sampah yang baik. Coba anda bayangakan, bila anda hanya
mengatakan,”Jangan buang sampah sembarangan!” Lalu anda sendiri yang mengambil
sampah tersebut dan membuangnya. Pelajaran apa yang didapat dari sang bayi?
Tidak ada. Hanya rasa takut.
4. Ajak bicara dengan suara lembut
Meski bayi belum
menguasai banyak kosa kata, jangan pernah berhenti mengajaknya berbicara. Tentu
saja dengan suara yang lembut dan penuh ekspresi. Coba anda perhatikan
anak-anak yang cerdas yang pernah ditampilkan di TV, mereka berbicara dengan
penuh ekspresi dan intonasi yang baik. Hal ini tentu sangat berhubungan dengan
pengajaran yang diberikan oleh kedua orang tua mereka dalam kehidupan
sehari-hari. Suara orang tua, terutama suara seorang Mama, adalah suara favorit
buah hati anda yang pasti akan ditirukan oleh buah hati anda. Maka, sebaiknya
hindari kata-kata dan intonasi yang kasar, karena bukan hal yang tidak mungkin bila
buah hati anda akan menirukannya.
5. Cerdas Memberikan Tanggapan
Kita tentu ingin buah
hati kita menjadi anak yang cerdas. Maka kita pun harus menjadi orang tua yang
cerdas. Bukan hanya cerdas dalam pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari
berbagai media, namun juga cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak. Agar kita
bisa menjadi orang tua yang cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak, maka kita
perlu memahami buah hati kita. Agar kita bisa memahami apa yang menjadi
kebutuhan buah hati kita, dan kapan buah hati kita membutuhkannya, tentu
membutuhkan sebuah hubungan emosional yang baik, karena bayi belum dapat
berbicara dengan jelas. Dan agar hubungan emosional itu bisa terjalin dengan
baik, buah hati anda sangat membutuhkan waktu anda bersamanya. Hal ini sangat
penting, agar buah hati kita bisa mudah menjalin hubungan dengan orang lain
(hubungan social). Karena nantinya pelajaran dan pengalaman yang didapat dari
buah hati anda tidak hanya melalui orang tua, namun juga orang lain.
Sumber : Mainan Edukasi Anak
Semoga artikel 5 Kasih Sayang Yang Menunjang Kecerdasan Bayi bermanfaat bagi Anda.
