Jika Tak Bisa Menjadi Khadijah, Jadilah seperti Asiyah
Sore tadi seorang sahabat
bercerita kepadaku tentang masalah rumah tangganya. Dia adalah teman sekelasku
dulu sewaktu Tsanawiyah.
“ Sebelum menikah dulu, aku
berharap bisa mendapatkan seorang suami seperti Muhammad, agar aku bisa belajar
darinya agar menjadi seorang Khadijah atau Aisyah. Tapi ternyata, takdirku
tidak seperti harapanku. Karena suamiku ternyata bukanlah seperti Muhammad yang
takwa dan penyayang. Dia ibaratnya reinkarnasi dari Fir’aun yang sombong dan
ingkar. Jadinya, aku sulit untuk mempertahankan keimananku seperti dahulu atau
merubah diriku menjadi lebih baik dari sebelumnya “
Masih khusuk mendengar ceritanya,
tiba-tiba saja mulutku nyeletuk.
“ Berusahalah menjadi Asiyah,
yang tetap taat dan beriman kepada-Nya meskipun dia mendapatkan seorang suami
seperti Fir’aun “ ucapku enteng.
Sambil tersenyum getir dia
berucap “ Itu tidak mudah Lif, sulit banget “
Aku hanya terdiam mendengar
jawaban singkatnya. Karena aku juga menyadari dan sangat tahu bahwa yang
dikatakannya barusan, benar adanya.
Memang tidak mudah menjadi istri
yang baik ketika seorang suami tidak mendukungnya dengan baik. Karena sebagai
seorang makmum, seorang istri terkadang tidak punya hak prioritas dalam rumah
tangga. Apalagi jika sang suami merasa dirinya superior.
Menurutku, sebagian besar seorang istri ingin seperti Ainun bagi habibinya (suaminya), tapi tidak semuanya berkesempatan untuk menjadi seperti itu. Salah satu faktor yang tidak mendukungnya kadang dari suaminya sendiri, tapi ada juga yang berasal dari sang istri sendiri. Pada akhirnya, semua kembali kepada diri masing-masing menurutku.
Istri mau menjadi seperti Khadijah, Aisyah, Asiyah atau yang lainnya semua kembali pada niat dan usahanya untuk bisa mewujudkan apa tidak. Lingkungan dan suami adalah faktor kesekian yang kadang menjadi penghalangnya. Tapi selama dia terus berusaha dan ikhlas untuk menjadi pribadi istri yang shalehah, pada akhirnya akan tercapai juga meskipun tidak mudah. Karena menurutku, Allah pasti akan merestui dan memberikan pertolongannya kepada hamba-Nya yang memiliki niat untuk menjadi baik.
Semoga artikel Jika Tak Bisa Menjadi Khadijah, Jadilah seperti Asiyah bermanfaat bagi Anda.
