Sabtu, 08 Desember 2012

Renunganku




Hari ini hujan mengguyur bumi Cibubur. Lumayan deras dengan suara guntur yang bersahut sahutan. Di dalam kar aku berdua dengan anakku, mendekapnya dan melindunginya dari suara suara yang membuatnya terkejut dan takut. Aku dan anakku terlindungi dari deras dan dinginnya air hujan. Berselimut tebal tuk mengusir dingin yang menggigit. Tapi suamiku, entah dia ada di mana. Bagaimana dia, kedinginan atau tidak. Basah kuyup ataukah ada tempat berteduh untuknya. Dia pergi mencari nafkah, untuk kami keluarganya.
Seorang suami saat dia ke luar rumah untuk mencari nafkah, tak pernah berfikir apakah ia akan kedinginan atau kepanasan di luar sana. Yang penting baginya adalah melaksanakan kewajibannya, mendapatkan uang tuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Betapa mulia keikhlasannya. Terkadang dia mendapatkan apa yang dicarinya, tapi tidak jarang pula dia kembali dengan tangan hampa, tidak seperti harapannya. Tapi dia tidak pernah putus asa dalam berusaha, yang penting baginya adalah berusaha, untuk hasilnya dia selalu memasrahkan sepenuhnya kepada yang kuasa.
Saat aku memikirkan bagaimana keadaannya di luar sana, di tengah hujan dan suara guntur yang bersahutan, suamiku masih menyempatkan diri menelfonku. Menanyakan keadaanku dan anakku. Bagaimana kami di rumah, apakah baik-baik saja. Apakah anak kami rewel atau tidak. Apakah aku takut sendirian karena hujan, angin dan guntur yang bergemuruh. Ya Allah, hatiku benar-benar tersentuh dengan perhatiannya. Seharusnya akulah yang bertanya begitu, karena saat ini dia sedang di luar rumah.
Terima kasih suamiku untuk cinta, perhatian dan pengorbanannmu. Semoga semua yang kau lakukan menjadi amal yang diterima oleh-Nya dan menjadi sebaik-baiknya bekalmu kelak ketika menghadap kepada-Nya. Amien…



Semoga artikel Renunganku bermanfaat bagi Anda.

Hikayat Kita - All Right Reserved.Powered By Blogger
Theme Designed Kumpulan artikel Menarik