Kembali ke Asal, Tetap Tentang Story
Menulis adalah hobbiku dari dulu. Awalnya hanya
suka membaca cerita-cerita pendek dari majalah. Kemudian beralih ke novel,
drama dan film. Sejak saat itu, semakin besar pulalah kecintaanku kepada
cerita. Karena saking cintanya, seakan tiada hari bagiku tanpa membaca atau
melihat cerita. Pada akhirnya, kecintaan itu membuncah menjadi sebuah obsesi
dalam diriku. Aku ingin menjadi penulis cerita, menciptakan sebuah karya
seperti karya-karya mereka yang selama ini telah membuatku hanyut di dalamnya.
Berselang hari, kemudian aku belajar menulis.
Merangkai kata demi kata untuk membentuk sebuah kalimat yang bagus. Lalu
kurangkai menjadi sebuah cerita seperti yang ada dalam fikiranku. Aku berhasil
membuatnya, meskipun hanya cerita sederhana, cerita anak-anak seperti cerita
yang sering kubaca dalam majalah BOBO (majalah yang senantiasa menemaniku
semasa SD). Tapi aku tidak menyerah. Terus saja aku menulis, meskipun kadang
aku merasa bingung sendiri dengan alur yang kubuat karena memang ceritaku tidak
ada fokusnya, dan pada akhirnya semua cerita menggantung, tanpa ending yang
jelas. Tapi tetap saja aku menulis dan membuat cerita-cerita baru seperti yang
ada dalam fikiranku.
Saat aku melanjutkan pendidikanku ke pondok
pesantren, kegiatan menulisku berhenti total. Karena kegiatanku sehari-hari
lumayan padat, apalagi aku harus beradaptasi dengan lingkungan baruku.
Lingkungan yang sama sekali berbeda dengan lingkungan asalku. Jika dahulu aku
selalu menyendiri karena tidak punya teman, karena memang orangtuaku tidak
memperbolehkanku bermain ke luar rumah (lumayan protektif juga mereka
terhadapku), maka lingkunganku di pondok pesantren justru sebaliknya. Aku
senantiasa dikelilingi oleh teman-temanku di sampingku, ke manapun. Bahkan ke
kamar mandi, tapi mereka antri di luar, aku masuk sendirilah ke dalam.
Setelah beberapa bulan, ternyata aku diingatkan
kembali pada kecintaanku semula. Cerita. bahkan lebih dari itu, di sana
juga ada perkumpulan dan pelajaran khusus untuk menulis. Maka kembalilah aku
tergila-gila pada cerita dan mulai lagi menulis cerita. Cerita yang lebih
dewasa tentunya, seiring dengan perkembangan umurku. Tapi sekarang lebih
terarah, karena cerita yang kutulis adalah cerita yang dibingkai dalam frame
Islami, katanya. Mengikuti jejak-jejak pendahuluku dan cerpenis-cerpenis yang
dikenalkan oleh orang-orang terdekatku. Maka jadilah aku menulis cerpen sebagai
hiburanku di sela-sela belajar. Lumayan juga, ada beberapa judul yang berhasil
aku selesaikan, tidak seperti dulu yang rata-rata mengambang dan tanpa ending
sama sekali. Teman-temanku yang selalu menjadi pembaca setiaku sekaligus
kritikus untuk cerpen-cerpenku. Ada juga satu dua yang diminta temanku dan
diterbitkan di majalah pondok. Siahh.. senang juga memiliki karya yang
diterbitkan meskipun hanya oleh majalah lokal sekali he he he
Seiring dengan waktu, aku lulus dan ke luar dari
pondok yang selama ini menjadi tempatku belajar dan menuntut ilmu. Akupun mulai
keluar dari kebiasaan dan cintaku pada cerita. Bahkan kebiasaanku menulispun
berhenti, karena duniaku telah berubah. Aku lebih disibukkan dengan dunia
anak-anak dan mengajari mereka. menjadi seorang guru honorer ceritanya. Tapi
jodohku dengan dunia tulis menulis ternyata masih bersambung. Di sekolah
tempatku mengajar, aku yang lulusan Tafsir hadits malah disuruh mengajar bahasa
Indonesia, karena memang posisi itulah yang sedang kosong. Jadi meskipun tidak
lagi aktif menulis cerpen-cerpen, aku masih berkesempatan membimbing
murid-muridku menulis dan mempelajari bahasa Indonesia. Meskipun jujur, aku benar-benar
tidak memiliki dasar yang kuat dalam bidang ini, karena memang konsentrasiku
waktu kuliah bukanlah bahasa indonesia, tapi Tafsir Hadith. Tapi tetap saja aku
enjoy menjalani peran sebagai guru bahasa Indonesia.
Terlepas dari pekerjaanku mengajari
murid-muridku, aku menjadi ibu rumah tangga yang benar-benar total di rumah.
Mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengurusi suami dan anakku. Bahagia dan
senang dengan suasana baruku, tapi kadang-kadang rasa bosan juga sering
menghampiri. Hingga suatu hari, ada seorang teman lama yang memberitahuku
tentang blogger. Dan sejak saat itulah, kecintaanku pada dunia tulis menulis
kembali bersemi. Tapi aku bingung, kira-kira tulisan apa yang akan aku buat?
Karena setahuku, pecinta dunia maya agak berbeda dengan pecinta dunia nyata.
Dalam hal selera menurutku. Karena tidak mungkin bagiku untuk hanya menulis
cerpen-cerpen dalam blogku. Itu tentunya tidak terlalu menarik pecinta dunia
maya. Maka aku berpikir keras tentang blog apa yang sekiranya akan aku buat.
Akhirnya kutemukan beberapa topik. Tapi ternyata, mentok-mentoknya dari sekian
blog yang kubuat, tanpa sengaja semuanya berbasis cerita. Hadohh... benar-benar
aku cinta mati ternyata sama cerita. Maka tak apalah kupikir, yang penting
cerita-cerita yang kutulis bisa bermanfaat dan berguna bagi yang membacanya.
Mudah-mudahan...
Semoga artikel Kembali ke Asal, Tetap Tentang Story bermanfaat bagi Anda.