Sabtu, 08 Desember 2012

Kembali ke Asal, Tetap Tentang Story



Menulis adalah hobbiku dari dulu. Awalnya hanya suka membaca cerita-cerita pendek dari majalah. Kemudian beralih ke novel, drama dan film. Sejak saat itu, semakin besar pulalah kecintaanku kepada cerita. Karena saking cintanya, seakan tiada hari bagiku tanpa membaca atau melihat cerita. Pada akhirnya, kecintaan itu membuncah menjadi sebuah obsesi dalam diriku. Aku ingin menjadi penulis cerita, menciptakan sebuah karya seperti karya-karya mereka yang selama ini telah membuatku hanyut di dalamnya.  
Berselang hari, kemudian aku belajar menulis. Merangkai kata demi kata untuk membentuk sebuah kalimat yang bagus. Lalu kurangkai menjadi sebuah cerita seperti yang ada dalam fikiranku. Aku berhasil membuatnya, meskipun hanya cerita sederhana, cerita anak-anak seperti cerita yang sering kubaca dalam majalah BOBO (majalah yang senantiasa menemaniku semasa SD). Tapi aku tidak menyerah. Terus saja aku menulis, meskipun kadang aku merasa bingung sendiri dengan alur yang kubuat karena memang ceritaku tidak ada fokusnya, dan pada akhirnya semua cerita menggantung, tanpa ending yang jelas. Tapi tetap saja aku menulis dan membuat cerita-cerita baru seperti yang ada dalam fikiranku.
Saat aku melanjutkan pendidikanku ke pondok pesantren, kegiatan menulisku berhenti total. Karena kegiatanku sehari-hari lumayan padat, apalagi aku harus beradaptasi dengan lingkungan baruku. Lingkungan yang sama sekali berbeda dengan lingkungan asalku. Jika dahulu aku selalu menyendiri karena tidak punya teman, karena memang orangtuaku tidak memperbolehkanku bermain ke luar rumah (lumayan protektif juga mereka terhadapku), maka lingkunganku di pondok pesantren justru sebaliknya. Aku senantiasa dikelilingi oleh teman-temanku di sampingku, ke manapun. Bahkan ke kamar mandi, tapi mereka antri di luar, aku masuk sendirilah ke dalam.
Setelah beberapa bulan, ternyata aku diingatkan kembali pada kecintaanku semula. Cerita.  bahkan lebih dari itu, di sana juga ada perkumpulan dan pelajaran khusus untuk menulis. Maka kembalilah aku tergila-gila pada cerita dan mulai lagi menulis cerita. Cerita yang lebih dewasa tentunya, seiring dengan perkembangan umurku. Tapi sekarang lebih terarah, karena cerita yang kutulis adalah cerita yang dibingkai dalam frame Islami, katanya. Mengikuti jejak-jejak pendahuluku dan cerpenis-cerpenis yang dikenalkan oleh orang-orang terdekatku. Maka jadilah aku menulis cerpen sebagai hiburanku di sela-sela belajar. Lumayan juga, ada beberapa judul yang berhasil aku selesaikan, tidak seperti dulu yang rata-rata mengambang dan tanpa ending sama sekali. Teman-temanku yang selalu menjadi pembaca setiaku sekaligus kritikus untuk cerpen-cerpenku. Ada juga satu dua yang diminta temanku dan diterbitkan di majalah pondok. Siahh.. senang juga memiliki karya yang diterbitkan meskipun hanya oleh majalah lokal sekali he he he
Seiring dengan waktu, aku lulus dan ke luar dari pondok yang selama ini menjadi tempatku belajar dan menuntut ilmu. Akupun mulai keluar dari kebiasaan dan cintaku pada cerita. Bahkan kebiasaanku menulispun berhenti, karena duniaku telah berubah. Aku lebih disibukkan dengan dunia anak-anak dan mengajari mereka. menjadi seorang guru honorer ceritanya. Tapi jodohku dengan dunia tulis menulis ternyata masih bersambung. Di sekolah tempatku mengajar, aku yang lulusan Tafsir hadits malah disuruh mengajar bahasa Indonesia, karena memang posisi itulah yang sedang kosong. Jadi meskipun tidak lagi aktif menulis cerpen-cerpen, aku masih berkesempatan membimbing murid-muridku menulis dan mempelajari bahasa Indonesia. Meskipun jujur, aku benar-benar tidak memiliki dasar yang kuat dalam bidang ini, karena memang konsentrasiku waktu kuliah bukanlah bahasa indonesia, tapi Tafsir Hadith. Tapi tetap saja aku enjoy menjalani peran sebagai guru bahasa Indonesia.
Terlepas dari pekerjaanku mengajari murid-muridku, aku menjadi ibu rumah tangga yang benar-benar total di rumah. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengurusi suami dan anakku. Bahagia dan senang dengan suasana baruku, tapi kadang-kadang rasa bosan juga sering menghampiri. Hingga suatu hari, ada seorang teman lama yang memberitahuku tentang blogger. Dan sejak saat itulah, kecintaanku pada dunia tulis menulis kembali bersemi. Tapi aku bingung, kira-kira tulisan apa yang akan aku buat? Karena setahuku, pecinta dunia maya agak berbeda dengan pecinta dunia nyata. Dalam hal selera menurutku. Karena tidak mungkin bagiku untuk hanya menulis cerpen-cerpen dalam blogku. Itu tentunya tidak terlalu menarik pecinta dunia maya. Maka aku berpikir keras tentang blog apa yang sekiranya akan aku buat. Akhirnya kutemukan beberapa topik. Tapi ternyata, mentok-mentoknya dari sekian blog yang kubuat, tanpa sengaja semuanya berbasis cerita. Hadohh... benar-benar aku cinta mati ternyata sama cerita. Maka tak apalah kupikir, yang penting cerita-cerita yang kutulis bisa bermanfaat dan berguna bagi yang membacanya. Mudah-mudahan...



Semoga artikel Kembali ke Asal, Tetap Tentang Story bermanfaat bagi Anda.

Hikayat Kita - All Right Reserved.Powered By Blogger
Theme Designed Kumpulan artikel Menarik